Review Efek Antioksidan pada Kemuning (Murraya paniculata (L.) Jack)

Karina Azlia Amanda, Syazili Mustofa, Syazili Mustofa

Abstract


Terapi fitofarmaka masih menjadi salah satu opsi yang masih diperhitungkan di beberapa negara, terutama negara Indonesia. Indonesia sebagai salah satu negara berkembang, memiliki permasalahan kesehatan yang sangat serius yaitu tingginya angka penyakit degeneratif. Penyakit degeneratif sering dipengaruhi oleh radikal bebas. Penggunaan terapi herbal sebagai antioksidan sangatlah bermanfaat. Salah satu bahan alam yang sering digunakan yaitu kemuning (Murraya paniculata (L.) Jack). Penggunaan kemuning (Murraya paniculata (L.) Jack) masih sering dikaitkan tentang manfaatnya terhadap berbagai penyakit diantaranya sebagai antidiabetik dan obesitas, antiinflamatori, penyembuhan luka, serta antidiare. Dari beberapa penelitian di laporkan ekstrak kemuning memiliki zat yang paling sering ditemukan yaitu phenol, alkaloid, flavonoid dan kumarin. Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menghambat spesies oksigen reaktif/ spesies nitrogen reaktif (ROS/RNS) dan juga radikal bebas sehingga antioksidan dapat mencegah penyakit-penyakit yang dihubungkan dengan radikal bebas seperti karsinogenesis, kardiovaskuler dan penuaan. Flavonoid sebagai salah satu zat aktif mampu menjadi antioksidan dengan cara menghambat reaksi oksidasi melalui mekanisme penangkapan radikal (radical scavenging).Berdasarkan hal tersebut, kemuning dapat menjadi sebuah kandidat yang potensial untuk pengembangan obat sebagai antioksidan untuk menurunkan angka pengidap penyakit degeneratif.
Kata kunci: antioksidan, Murraya paniculata (L.) Jack, patogen

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.