Pengaruh Ekstrak Etanol Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi Linn) Sebagai Antioksidan Terhadap Histopatologi Hepar Tikus Galur Sprague dawley yang Diinduksi Parasetamol

Fitri Nadia Silvani, Asep Sukohar, Waluyo Rudiyanto

Abstract


Belimbing wuluh memiliki kandungan senyawa flavonoid yang memiliki efek antioksidan dengan menghambat berbagai reaksi oksidasi. Hepar merupakan organ metabolisme obat yang sering terkena efek toksik, salah satunya adalah akibat pemberian parasetamol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol belimbing wuluh terhadap histopatologi hepar tikus yang diinduksi parasetamol. Desain penelitian ini adalah eksperimental laboratorik dengan rancangan post test only control group design. Total jumlah sampel sejumlah 25 ekor tikus yang terbagi menjadi 5 kelompok, yaitu K(-) (akuades), K(+) (parasetamol 180mg), P1, P2, P3 diberikan parasetamol dengan dosis yang sama (180mg) dimulai pada hari ke-8 dan ekstrak belimbing wuluh dengan dosis berbeda (0,4g, 0,8g, dan 1,6g) selama 14 hari. Hasil rerata kerusakan histopatologi hepar tikus pada K(-) : 1,04±0,09; K(+): 2,20±0,20; P1: 1,76±0,16; P2: 1,52±0,17; P3: 1,36±0,16. Uji yang digunakan adalah uji Kruskal-Wallis (p<0,05), uji Post-hoc Mann Whitney (p<0,05). Hasil penelitian menjelaskan bahwa terdapat pengaruh pemberian ekstrak etanol belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi Linn) terhadap penurunan kerusakan histopatologi hepar tikus galur Sprague dawley yang diinduksi parasetamol. Kata kunci: Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi Linn), histopatologi hepar, parasetamol

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.