Pengaruh Pemberian Thymoquinonepada Paru Tikus Putih (Rattus norvegicus) Galur Sprague dawley yang Dipapar Asap Rokok Berdasarkan Gambaran Histopatologi

Nadia Eva Zahara, Susianti Susianti, Agustyas Tjiptaningrum

Abstract


Tahun 2014 Indonesia menempati urutan ke-4 konsumsi rokok paling tinggi di dunia. Terdapat sekitar 4.800 komponen kimia berbahaya yang telah diidentifikasi terkandung di dalam rokok. Kerusakan paru akibat inflamasi yang disebabkan paparan rokok dapat diperbaiki dengan pemanfaatan obat dari tanaman tradisional. Salah satu tanaman yang dipercaya memiliki efek bagi kesehatan adalah Nigella sativadengan kandungan aktifnya thymoquinone. Thymoquinone memiliki beberapa mekanisme dalam menghambat kerusakan sel. Tujuan penelitan untuk mengetahui pengaruh pemberian thymoquinone terhadap paru tikus yang dipapar asap rokok berdasarkan gambaran histopatologi. Penelitian ini menggunakan 24 ekor mencit yang dibagi kedalam 4 kelompok percobaan. Kelompok 1 (K1) sebagai kontrol normal hanya diberi akuades. Kelompok 2 (K2) sebagai kontrol negatif, diberikan asap rokok sebanyak dua batang/hari. Kelompok 3 (K3) sebagai kontrol positif diberi asap rokok sebanyak dua batang/hari dan selang 2 jam diberi minyak zaitun 0,5 ml/kgBB. Kelompok perlakuan (P) adalah kelompok perlakuan coba dengan asap rokok sebanyak dua batang/hari kemudian selang 2–4 jam dilakukan pemberian thymoquninone dosis 5 mg/kgBB Pemberian asap rokok dan thymoquninone diberikan selama 14 hari. Parameter kerusakan paru dilihat dari neutrofil di ruang alveolar dan interstitial dan penebalan septum berdasarkan skoring Bello. Hasil uji One Way Annova menunjukan p=0,000 (p<0,005) dan uji Post Hoc LSD menunjukan perbedaan signifikan antar kelompok kecuali pada K3 dan P. Berdasarkan hasil tersebut, terdapat pengaruh pemberian thymoquinone terhadap paru tikus yang dipapar asap rokok berdasarkan gambaran histopatologi.
Kata kunci: histopatologi paru, rokok, thymoquinone

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.