Hubungan Lama Menjalani Hemodialisis Dengan Status Nutrisi Pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik (PGK) Di Instalasi Hemodialisa RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung

Ajeng Amalia Insani, Putu Ristyaning Ayu, Dwi Indri Anggraini

Abstract


Penyakit ginjal kronik (PGK) adalah kerusakan ginjal selama tiga bulan atau lebih akibat abnormalitas struktur atau fungsi ginjal, dengan atau tanpa penurunan laju filtrasi glomerulus (LFG) atau kadar LFG kurang dari 60 mL/menit/1,73m2 lebih dari tiga bulan dengan atau tanpa kerusakan ginjal. Pasien PGK memerlukan terapi untuk mengganti fungsi ginjal. Terapi hemodialisis merupakan bagian dari tatalaksana PGK. Malnutrisi adalah masalah yang sering terjadi pada pasien dengan
terapi hemodialisis.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama menjalani hemodialisis dengan status nutrisi pada pasien PGK. Desain penelitian ini adalah cross sectional yang dilakukan pada bulan Oktober – November 2016 di instalasi hemodialisa RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Terdapat 92 orang pasien yang menjadi subyek penelitian dengan teknik consecutive sampling. Penilaian status nutrisi diukur dengan berat badan dan tinggi badan yang akan dijadikan Indeks Masa Tubuh (IMT). Rata-rata lama menjalani hemodialisis adalah 25,00 bulan dengan rentang antara 1-132 bulan. Status nutrisi  berdasarkan IMT yaitu gizi kurang 10 orang (10,9%), gizi normal 48 orang (52,2%), dan gizi lebih 34 orang (37,0%). Analisis statistik menggunakan uji chi-square mengenai hubungan lama menjalani hemodialisis dengan status nutrisi menunjukkan nilai p=0,189. Tidak terdapat hubungan antara lama menjalani hemodialisis dengan status
nutrisi pada pasien PGK.
Kata kunci : hemodialisis, penyakit ginjal kronik, status nutrisi

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.