Sistem Skoring Baru untuk Mendiagnosis Apendisistis Akut

Sarah Windia Baresti, Tofik Rahmanto

Abstract


Apendisitis akut merupakan salah satu kasus di bidang bedah yang paling banyak ditemukan di ruang gawat darurat dan membutuhkan penanganan yang cepat. Diagnosis yang cepat dan tepat dapat mengurangi komplikasi yang mungkin terjadi, seperti perforasi, peritonitis dan sepsis. Apabila telah terjadi komplikasi akibat keterlambatan diagnosis maka prognosis pasien akan semakin buruk. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu alat atau metode untuk mempermudah dokter di ruang gawat darurat untuk mendiagnosis apendisitis akut. Sistem skoring merupakan suatu cara penilaian dengan menggunakan keluhan (anamnesis), hasil pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang untuk membantu penegakkan diagnosis apendisitis akut dengan lebih cepat dan mudah. Selama 30 tahun terakhir ini, skor Alvarado telah digunakan secara luas di seluruh dunia untuk diagnosis apendisitis akut. Namun, kini telah terdapat beberapa sistem skoring baru yang telah dilaporkan memiliki sensitivitas dan spesifisitas yang lebih baik daripada skor Alvarado. Salah satu sistem skoring terbaru yang ditemukan di wilayah Asia Tenggara adalah skor Raja Isteri Pengiran Anak Saleha Appendicitis (RIPASA) pada tahun 2010. Penggunaan skor RIPASA dapat dipertimbangkan sebagai pengganti skor Alvarado dalam membantu diagnosis apendisitis akut karena memiliki akurasi, sensitivitas dan nilai duga negatif yang lebih tinggi. Selain itu, skor ini lebih cocok digunakan untuk populasi Asia Tenggara.
Kata kunci: AIRS, alvarado, apendisitis akut, RIPASA, sistem skoring, tzanakis

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.