Dampak Proteinuria pada Anak

Agustyas Tjiptaningrum, Bayu Arief Hartanto

Abstract


Proteinuria adalah adanya protein di dalam urin manusia dengan jumlah yang abnormal dengan nilainya lebih dari normalnya yaitu lebih dari 150 mg/24 jam.Proteinuria pada anak dapat terjadi proteinuria patologis dan proteinuria non patologis.Proteinuria yang nonpatologis dibagi lagi menjadi proteinuria postural (ortostatik), proteinuria karena olahraga, proteinuria karena demam. Biasanya proteinuria yang non patologis adalah proteinuria yang melebihi 150 mg/24 jam. Proteinuria yang patologis biasanya terjadi gangguan pada glomerulus atau tubulus.Proteinuria patologis biasanya kadarnya dapat melebihi 200mg/hari yang dilakukan beberapa pemeriksaan dengan waktu yang berbeda. Proteinuria tubulus, proteinuria patologis ini jarang didapatkan protein dalam urin melebihi 1.000 mg/24 Jam dan jarang disertai edema. Proteinuria glomerulus. Proteinuria patologis jenis ini dapat bervariasi jumlah proteinnya, mulai kurang dari 1.000 sampai lebih dari 30.000 mg/24 jam. Untuk menentukan apakah protein berada dalam urin atau tidak biasanya dideteksi dengan uji dipstick, dan dilaporkan sebagai negatif, sedikit sekali, 1+ (paling dekat ke 30 mg/dL), 2+ (paling dekat ke 100 mg/dL), 3+ (paling dekat ke 300 mg/dL), dan 4+ (lebih besar dari 2.000 mg/dL). Dipstick terutama mendeteksi albuminuria.Sejumlah protein ditemukan pada pemeriksaan urin rutin baik tanpa gejala ataupun dapat menjadi gejala awal dan mungkin suatu bukti adanya penyakit ginjal yang serius.Simpulan, didapatkan bahwa adanya dampak yang besar pada anak akibat proteinuria, bisa terjadi karena adanya penyebab proteinuria yang patologis maupun yang non patologis yang dapat mengganggu kelangsungan hidup anak.
Kata kunci : edema, hiperlipidemia, hipoalbuminemia, proteinuria, dan sindrom nefrotik

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.