Manfaat Sarang Semut (Myrmecodia pendans) sebagai Terapi Antidiabetes

Evy Kurniawati, Christine Yohana Sianturi

Abstract


Diabetes melitus adalah gangguan metabolisme yang secara genetis dan klinis termasuk heterogen dengan manifestasi berupa hilangnya toleransi karbohidrat. Jika telah berkembang penuh secara klinis, maka diabetes melitus ditandai dengan hiperglikemia puasa dan postpandrial, aterosklerotik dan penyakit vaskular mikroangiopati, dan neuropati. Diabetes melitus merupakan suatu penyakit degeneratif yang jumlahnya terus meningkat setiap tahun. Sekitar 200 juta orang di dunia saat ini menderita diabetes dan angka ini diperkirakan akan meningkat menjadi 300 juta pada tahun 2025 oleh World Health Organizaton (WHO). Diabetes melitus tipe 1 adalah penyakit autoimun yang ditentukan secara genetik dengan gejala-gejala yang pada akhirnya menuju proses bertahap perusakan imunologik sel-sel yang memproduksi insulin. Diabetes tipe 2 ditandai dengan kelainan sekresi insulin, serta kerja insulin. Salah satu terapi non farmakologis dari diabetes melitus adalah sarang smut (Myrmecodia pendans). Hasil penelitian modern menunjukkan bahwa tanaman sarang semut mengandung senyawa aktif, berupa asam fenolik, flavonoid, tanin, polifenol, tokoferol, serta berbagai macam mineral. Khasiat dari polifenol adalah antimikroba dan dapat menurunkan kadar gule darah. Selain itu, terdapat flavonoid yang memiliki kemampuan sebagai antidiabetes dengan meningkatkan sensitivitas insulin. Mekanisme kerja flavonoid dalam menurunkan kadar gula darah adalah menghambat fosfodiesterase yang nantinya akan merangsang sekresi insulin melalui jalur Ca.
Kata Kunci : antidiabetes, manfaat, Myrmecodia pendans, sarang semut

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.