Determinan Kondisi Rumah Penderita Tuberkulosis Paru di Kota Bandar Lampung

Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani

Abstract


Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular dengan potensi penularan yang sangat tinggi, sehingga angka kejadiannya terus meningkat. Insiden kasus secara global pada tahun 2013 meningkat dibanding tahun 2012. Terdapat beberapa determinan yang berpengaruh terhadap penularan TB, termasuk kondisi rumah. Kondisi rumah adalah indikator sosial ekonomi kesehatan dan kesejahteraan yang berkaitan dengan lingkungan. Kondisi rumah yang tidak baik berhubungan erat dengan TB. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi determinan kondisi rumah penderita TB periode Januari-Juli 2012 dan membandingkannya dengan bukan penderita TB. Penelitian ini dilakukan di di 27 puskesmas dan 1 rumah sakit di Bandar Lampung yang telah melaksanakan strategi Directly Observed Treatment Short-course (DOTS). Responden penelitian ini terdiri dari 238 penderita TB BTA positif dan 238 bukan penderita TB. Variabel pada penelitian ini terdiri dari kondisi rumah yang diukur melalui indikator kepadatan rumah, kecukupan ventilasi dan keberadaan polusi dalam rumah. Data pada penelitian ini dikumpulkan menggunakan alat bantu kuesioner yang kemudian dianalisis menggunakan analisis univariat. Hasil analisis menunjukkan bahwa penderita TB mempunyai kepadatan rumah yang lebih tinggi, ventilasi yang lebih kurang dan sumber polusi dalam rumah yang lebih banyak dibandingkan bukan penderita TB. Simpulan, determinan kondisi rumah penderita TB lebih rendah dibandingkan bukan penderita TB. Pengetahuan tersebut dapat digunakan untuk mendukung program pengendalian TB, khususnya dalam implementasi strategi DOTS yang disertai dengan perbaikan kondisi rumah. [JuKe Unila 2015; 5(9):23-27]

Keywords


insiden, kondisi rumah, tuberkulosis

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.