Henoch Schonlein Purpura dengan Predominan Manifestasi Gastrointestinal

Alyssa Fairudz Shiba, Deborah Natasha, Ferry Mulyadi, Intanri Kurniati

Abstract


Henoch Schonlein Purpura (HSP) adalah penyakit autoimun (dimediasi IgA) dalam wujud hipersensitivitas vaskulitis, umumnya ditemukan pada anak. Terdapat abnormalitas berupa vaskulitis menyeluruh yang mengenai pembuluh darah kecil di kulit, sendi, saluran cerna dan ginjal. Ditandai dengan purpura disertai artritis atau atralgia dan dapat menyebabkan komplikasi gastrointestinal seperti intususepsi. Untuk melaporkan suatu kasus yang jarang dengan keterlibatan gastrointestinal pada kondisi HSP. Seorang anak usia 10 tahun datang dengan nyeri perut sejak 5 minggu yang hilang timbul disertai dengan BAB hitam dan bintik kemerahan di kaki dan bokong sejak 3 minggu sebelum masuk rumah sakit. Pada pemeriksaan fisik didapatkan denyut nadi 90x/m, laju napas 20x/m, suhu 36,5 C. Pada pemeriksaan abdomen bising usus (+) normal, nyeri pada palpasi di area epigastrium dan hipogastrium, massa (-), hepatomegali dan splenomegali (-). Pada
status dermatologis terdapat purpura berukuran milier-lentikular, difus pada regio kruris sampai gluteal. Pemeriksaan laboratorium darah lengkap normal, BNO menunjukkan dilatasi parsial usus dan tidak didapatkan kelainan pada USG abdomen. Pasien didiagnosis dengan HSP disertai kolik abdomen suspek intususepsi dan ditatalaksana dengan tirah baring, kortikosteroid IV, antibiotik dan proton pump inhibitor (PPI). Manifestasi gastrointestinal pada HSP dapat ditemukan pada 30-70% kasus dan dapat menyebabkan komplikasi seperti intususepsi ileokolonal dan manifestasi ini dapat mendahului lesi kulit dan menyulitkan diagnosis.
Kata kunci : gastrointestinal, henoch schonlein purpura, kortikosteroid

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.