Kurkumin pada Curcuma longa sebagai Tatalaksana Alternatif Kanker

Nabil Abdurrahman

Abstract


Kunyit adalah tanaman rempah yang berasal dari rimpang Curcuma longa, yang merupakan anggota dari famli jahe (Zingiberaceae). Kunyit dapat ditemui dengan mudah di Indonesia, selain terkenal sebagai bumbu penyedap makanan, kunyit juga sering digunakan sebagai jamu dan obat-obatan. Kunyit dapat juga dipertimbangkan sebagai alternatif anti-kanker di Indonesia. Kunyit mengandung kurkumin dan minyak esensial sebagai komponen utama. Kurkumin dan dua turunan demetoksi, demethoxycurcumin dan bisdemethoxycurcumin yang telah terbukti menunjukkan aktivitas antioksidan, antiinflamasi, antikanker, antivirus, antibakteri, dan antijamur. Mekanisme dalam menghambat tumorigenesis oleh kurkumin bervariasi dan melibatkan kombinasi antiinflamasi, antioksidan, imunomodulator, proapoptotik, dan sifat anti-angiogenik melalui efek pleiotropik pada gen dan jalur pensinyalan sel pada berbagai tingkatan baik secara intrinsik maupun ekstrinsik.
Efek genotoksisitas/antigenotoksik kurkumin pada sel kanker yang terpapar cisplatin menunjukkan bahwa, kurkumin secara signifikan mengurangi frekuensi total mikronukleus yang diinduksi oleh cisplatin. Selain dapat bekerja secara mandiri, kurkumin juga mampu bekerja bersama dengan agen anti-kanker lainnya.
Kata kunci: Anti Kanker, Anti-Angiogenik, Kurkumin, Proapoptotik

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.