Potensi Pisang (Musa sp.) sebagai Sumber Vitamin B6 dalam Terapi Konservatif Carpal Tunnel Syndrome

Dita Maulina Prabiwi, Novita Carolia

Abstract


Carpal Tunnel Syndrome adalah kumpulan gejala akibat penekanan pada nervus medianus oleh ligamentum karpal transversal di dalam terowongan karpal pada pergelangan tangan. Carpal Tunnel Syndrome memiliki hubungan dengan pekerjaan dengan gerakan berulang dan posisi menetap pada jangka waktu yang lama. Carpal Tunnel Syndrome
merupakan salah satu penyakit yang sering dijumpai pada pekerja-pekerja industri pada negara maju. Gambaran klinis Carpal Tunnel Syndrome adalah nyeri di tangan atau lengan, terutama pada malam hari atau saat sedang melakukan pekerjaan, parestesia seperti kesemutan pada distribusi nervus medianus, dan sering terjadi bilateral. Pengobatan Carpal Tunnel Syndrome dapat berupa terapi definitif dan terapi konservatif. Salah satu terapi konservatif dalam Carpal Tunnel
Syndrome adalah dengan pemberian vitamin B6. Pisang (Musa sp.) merupakan salah satu komoditas yang melimpah di Indonesia, terbukti memiliki kandungan vitamin B6 yang tinggi. Diketahui bahwa konsumsi vitamin B6, dapat memperbaiki gejala klinis pasien Carpal Tunnel Syndrome, karena kondisi saraf yang tidak terdiagnosis sebelumnya. Hal ini berkaitan dengan status vitamin B6 dalam tubuh dan fakta bahwa vitamin B6 dapat bertindak sebagai analgesik dengan meningkatkan ambang nyeri. Vitamin B6 yang terkandung dalam pisang, berpotensi mengurangi rasa nyeri dengan cara meningkatkan sintesis dopamin dan menghambat sintesis glutamat pada pasien Carpal Tunnel Syndrome.
Kata kunci: Carpal tunnel syndrome, pisang (Musa sp.), vitamin B6.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.