Komplikasi pada Kehamilan dengan Riwayat Caesarian Section

Arli Suryawinata, Nurul Islamy

Abstract


Beberapa tahun terakhir pilihan melahirkan dengan operasi Caesarian Section (CS) cenderung meningkat baik di negara maju ataupun di negara berkembang. Tindakan CS seharusnya hanya menjadi pilihan bagi tenaga medis dengan indikasi menyelamatkan ibu dan janin. Indikasi sosial menjadi salah satu alasan terbesar di banyak negara untuk melakukan
tindakan CS. Hal ini tentu membutuhkan perhatian khusus mengingat ibu dengan riwayat CS cenderung memiliki resiko kejadian komplikasi pada kehamilan berikutnya. Kehamilan dengan riwayat CS memiliki resiko lebih tinggi untuk mengalami berbagai komplikasi. Kejadian komplikasi pada kehamilan dengan riwayat CS berkaitan dengan terbentuknya jaringan parut uterus. Luka bekas CS akan mengalami perubahan selama proses kehamilan selanjutnya dimana bekas luka akan menipiskan daerah sekitar diikuti pelebaran bekas luka tersebut akibat adanya regangan. Hal ini membuat daerah SBR pada kehamilan dengan riwayat CS akan menjadi lebih tipis. Perubahan yang terjadi tersebut menjadi dasar bagaimana komplikasi seperti ruptur uteri, plasenta previa, plasenta akreta dan abruptio plasenta terjadi. Akan tetapi hal tersebut tidak menghilangkan kemungkinan untuk melakukan persalinan pervaginam pada ibu dengan riwayat CS. Persalinan Pervaginan pada Pasien Pernah Seksio Sesarea (P4S) memberikan keuntungan terkait angka morbiditas yang lebih rendah dan lama perawatan yang lebih singkat dibandingkan dengan pemilihan CS kembali. Kehamilan dengan riwayat CS
merupakan kehamilan dengan risiko tinggi sehinggga memerlukan pengawasan dan penatalaksaan khusus. Persalinan pada ibu dengan riwayat CS dapat dilakukan dengan dua cara yaitu perabdominam yaitu CS elektif atau percobaan persalinan pervaginam pada bekas CS (TOLAC).
Kata kunci: Kehamilan, Caesarian Section, P4S, TOLAC

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.