Bisphenol-a (BPA) Menurunkan Diameter Tubulus Seminiferus Tikus Putih Jantan (Rattus norvegicus) Galur Spraque dawley

Arina Muti Amaliah, Sutyarso Sutyarso, Soraya Rahmanisa

Abstract


Plastik merupakan bahan yang banyak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk keperluan rumah tangga, perkantoran, pertanian/ perkebunan, perindustrian, dan sebagainya. Salah satu jenis plastik yang umum digunakan adalah plastik polikarbonat (polycarbonate/PC). Bahan utama pada pembuatan plastik polikarbonat adalah senyawa 2,2-bis (4-
hidroksifenil) propan atau yang dikenal dengan nama bisphenol-a (BPA). Bisphenol-a dapat berpindah/bermigrasi ke dalam makanan atau minuman, jika suhunya dinaikkan karena pemanasan. Apabila terpapar, BPA dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, salah satunya kesehatan reproduksi. Penelitian bersifat eksperimental selama 21hari. Sampel 24 tikus Rattus norvegicus jantan galur Sprague dawley dibagi ke dalam 4 kelompok, yaitu K1 yang tidak diberi perlakuan, P1, P2 dan
P3 diinduksi dengan BPA, dengan dosis 100 mg/kgBB (P1), 200 mg/kgBB (P2), dan 400 mg/kgBB (P3). Parameter yang diamati adalah histologi tubulus seminiferus. Data diuji dengan One Way Anova. Analisis menggunakan One Way ANOVA menunjukkan terdapat pengaruh pemberian BPA, terhadap rerata jumlah spermatosit primer, rerata jumlah spermatid, dan diameter tubulus seminiferous (p<0,05). Pemberian dosis 100 mg/kgBB BPA, memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penurunan jumlah sel spermatosit primer dan diameter tubulus seminiferus, serta dosis 200 mg/kgBB BPA, memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penurunan jumlah sel spermatid.
Kata kunci: bisphenol-a, kesehatan, reproduksi.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.