Pengaruh Pajanan Organofosfat terhadap Kenaikan Tekanan Darah pada Petani

Diana Mayasari, Irfan Silaban

Abstract


Pola penggunaan agrokimia, khususnya pestisida, oleh petani semakin meningkat. Petani di Indonesia cederung memakai pestisida bukan atas dasar indikasi untuk pengendalian hama, namun mereka menjalankan cara cover blanket system. Cover blanket system yaitu metode penyemprotan pestisida tanpa memperhatikan ada atau tidaknya hama pada tanaman. Petani menjadi kelompok yang berisiko mengalami penyakit akibat kerja, karena selama bekerja petani mendapat kontak
dengan pestisida. Jenis pestisida yang paling banyak digunakan adalah organofosfat. Penggunaan organofosfat yang tidak tepat, memungkinkan bahan aktifnya lebih mudah masuk ke dalam tubuh. Ketepatan waktu, dosis, jenis dan kualitas pestisida terhadap sasaran, dan cara penggunaan pestisida, juga memengaruhi toksisitas yang ditimbulkan dari pemakaian organofosfat. Organofosfat memiliki berbagai efek toksik pada tubuh, baik pajanan akut ataupun kronis. Salah satu pengaruh yang dapat ditimbulkan adalah kenaikan tekanan darah. Tekanan darah dapat meningkat akibat dampak paparan organofosfat yang mempunyai kemampuan mengganggu kerja ezim asetilkolinesterase di dalam tubuh. Asetilkolin dapat terakumulasi apabila kerja enzim Asetilkolinesterase (AChE) terhambat. Stimulasi tersebut menyebabkan terganggunya fungsi sistem simpatik dalam mengatur tekanan darah. Selain itu, paparan kronik organofosfat dapat menyebabkan mutasi berupa perubahan formasi serat kolagen, perubahan tonus otot pembuluh darah serta berkurangnya enzim Paraoxonase-1 (PON-1) yang memungkinkan terjadinya hipertensi.
Kata kunci: asetilkolinetrerase, elastin, hipertensi, organofosfat, kolagen, Paraoxonase-1.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.