Pengaruh Pemberian Minyak Jelantah terhadap Gambaran Histopatologi Ginjal Tikus Putih (Rattus norvegicus) Jantan Galur Sprague dawley

Wulan Noventi, Rizky Hanriko, Mukhlis Imanto

Abstract


Minyak goreng yang telah dipanaskan berulang kali disebut minyak jelantah. Senyawa radikal bebas dapat terbentuk akibat pemanasan minyak goreng. Radikal bebas menyebabkan terjadinya reaksi stres oksidatif pada berbagai sel dalam tubuh, termasuk ginjal. Stres oksidatif merubah struktur dan fungsi dari glomerulus karena radikal bebas merusak sel-sel mesangial dan endotel. Sel epitel tubulus ginjal, sangat peka terhadap suatu iskemia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah minyak jelantah dapat mempengaruhi gambaran histopatologi ginjal tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur Sprague dawley. Penelitian ini menggunakan 30 ekor tikus putih galur Sprague dawley yang dibagi ke dalam 5 kelompok, yaitu kontrol (K) tikus yang tidak diberikan perlakuan, pada perlakuan 1 (P1), perlakuan 2 (P2), perlakuan 3 (P3) dan perlakuan 4 (P4) masing-masing diberikan minyak jelantah 1x, 4x, 8x dan 12x penggorengan dengan dosis 1,5 mL/hari secara oral dalam waktu 28 hari. Gambaran kerusakan pada ginjal terdiri dari infiltrasi sel radang, edema tubulus, edema spatium bowman, dan nekrosis. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Kruskal‒Wallis yang dilanjutkan dengan uji Mann‒Whitney. Hasil uji statistik menunjukan adanya perbedaan yang bermakna. Minyak jelantah dapat menyebabkan kerusakan gambaran histopatologi pada ginjal tikus.
Kata kunci: ginjal, minyak jelantah, radikal bebas, stres oksidatif.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.