Gangguan Fungsi Paru akibat Pajanan Pestisida pada Pekerja di Sektor Agrikultur

M. Addin Syakir, Diana Mayasari

Abstract


Saat ini penggunaan pestisida telah berkembang pesat terutama pada negara-negara berkembang, namun penggunaan pestisida yang berkembang pesat tidak diikuti dengan cara penggunaan pestisida yang tepat serta kurangnya pengetahuan tentang keselamatan dalam bekerja menyebabkan meningkatnya jumlah pekerja yang terpajan pestisida di lingkungan agrikultur. Pajanan pestisida menimbulkan efek yang dapat mengancam kesehatan salah satunya adalah gangguan pada fungsi paru yaitu Force Expiratory Volume dalam 1 detik (FEV1), Forced Expiratory Flow (FEF), dan Forced Vital Capacity (FVC). Mekanisme terjadinya gangguan pada fungsi paru berbeda setiap pestisida, namun berbagai penelitian menunjukkan bahwa organofosfat paling sering dalam menyebabkan gangguan terutama pada fungsi paru. Organofosfat dapat menghambat Asetilkolinesterase (AChE) menyebabkan asetilkolin berlebihan pada sinapsis kolinergik akhirnya menimbulkan manifestasi gangguan pernapasan dan penurunan fungsi paru. Gangguan pada fungsi paru baik bersifat obstruktif maupun restriktif yang dialami oleh pekerja yang terpajan pestisida di sektor agrikultur. Pentingnya memperhatikan risiko kesehatan yang berkaitan dengan pekerja agrikultur dan program yang mendukung dalam metode keselamatan dari pajanan pestisida, meningkatkan kesadaran penggunaan alat pelindung diri bersamaan dengan pemberian edukasi tentang pentingnya penggunaan alat pelindung diri serta informasi tentang risiko penyakit respirasi di lingkungan agrikultur dapat mengurangi risiko penyakit pernapasan di lingkungan agrikultur.
Kata kunci: fungsi paru, pekerja, pestisida

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.