Perbandingan Efektivitas Terbinafin dengan Ekstrak Daun Ketepeng Cina (Cassia alata. L) terhadap Pertumbuhan Jamur (Malassezia Furfur) sebagai Etiologi Pityriasis Versicolor

Tri Umiana Sholeha, Muhammad Ricky Ramadhian, Efrida Warganegara, Diana Mayasari, Delvi Rusitaini Putri

Abstract


Pityriasis versicolor merupakan penyakit jamur yang menginfeksi kulit dengan prevalensi yang tinggi di daerah tropis (50%), penyakit ini disebabkan oleh Malassezia Furfur. Daun ketepeng cina (Cassia alata. L) merupakan salah satu bahan alam kaya kandungan kimia yang memiliki khasiat sebagai anti-jamur. Terbinafin adalah obat anti-jamur yang efektif dalam pengobatan Pityriasis versicolor yang disebabkan oleh Malassezia Furfur. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan terbinafin dengan ekstrak daun ketepeng cina (Cassia alata. L) terhadap pertumbuhan jamur (Malassezia Furfur) sebagai etiologi Pytiriasis versicolor. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratorik menggunakan modifikasi Kirby Bauer. Variabel bebas penelitian adalah kadar ekstrak daun ketepeng cina dan variabel terikat adalah pertumbuhan jamur Malasezia Furfur. Data dianalisis dengan menggunakan uji One Way Anova dengan nilai kemaknaan p< 0,05. Kadar ekstrak daun ketepeng cina (Cassia alata. L) yaitu 20%, 40%, 60%, 80% dan 100%, terbinafin sebagai kontrol positif dan aquabides sebagai kontrol negatif dengan masing- masing dilakukan empat pengulangan sehingga didapatkan 28 sampel. Hasil penelitian didapatkan diameter rerata zona hambat pada konsentrasi 20%; 40%; 60%; 80%; dan 100% pada jamur Malasezzia Furfursecara berturut- turut adalah 11,78 mm, 13,52 mm, 15,44 mm, 18,98mm, dan 25,46 mm. Pada terbinafin sebagai kontrol positif adalah 35,09 mm.
Kata Kunci: daun ketepeng cina (cassia alata.l), malassezia furfur, pityriasis versicolor, terbinafin.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.