Dampak Pajanan Organoklorin terhadap Perubahan Kadar Thyroid Stimulating Hormone (TSH)

Helimawati Rosita, Diana Mayasari

Abstract


Organoklorin merupakan suatu pestisida yang banyak digunakan di dunia. Organoklorin merupakan dari halogenated hydrocarbon, salah satunya adalah polyclorinated biphenyls yang digunakan untuk membunuh atau mengendalikan
berbagai hama dalam bidang agrikultural. Senyawa ini dikenal dengan toksisitasnya yang tinggi, degradasi lambat, dan bioakumulasi pada lingkungan. Organoklorin tidak reaktif, stabil, memiliki kelarutan yang sangat tinggi di dalam lemak,
serta memiliki kemampuan degradasi yang rendah. Paparan pestisida secara langsung maupun tidak langsung dapat menyebabkan gangguan pada neuromuskular, stimuli obat dan metabolisme steroid. Insektisida organoklorin yang
mengandung ion klor (Cl) melakukan aksi kompetitif dengan ion iodium (I) yang berfungsi dalam pembentukan hormon tiroid. Oleh karena ion Cl memiliki daya ikat yang lebih kuat dibandingkan ion I, maka hormon tiroid berupa T3 dan T4 yang
dihasilkan oleh kelenjar tiroid tidak dapat terbentuk. Hal ini merangsang hipotalamus untuk mensekresikan Thyroid Stimulating Hormone (TSH) berlebih sehingga menyebabkan kadar TSH di dalam darah naik. Semakin banyak konsentrasi insektisida organoklorin yang masuk ke dalam tubuh, maka semakin besar kemungkinan adanya kenaikan kadar TSH di dalam darah, dan dapat menyebabkan suatu kelainan tiroid yang disebut dengan hipotiroidisme.
Kata kunci: hipotiroidisme, organoklorin, pestisida, thyroid stimulating hormone

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.