Perbandingan Pengukuran Kadar LDL Kolesterol Menggunakan Formula Friedewald dan Anandaraja dengan Metode Direct

Bayu Putra Danan Jaya, Endang L Widiastuti, Endang Nurcahyani, Maria Susanti

Abstract


Kadar LDL kolesterol merupakan salah satu penanda terkuat bagi aterosklerosis dan prediktor bagi penyakit jantung koroner. Kadar LDL dapat diukur menggunakan metode direct maupun dihitung menggunakan formula Friedewald dan Anandaraja yang memiliki banyak keterbatasan. Penelitian ini dilakukan untuk memvalidasi penggunaan kedua formula tersebut pada populasi masyarakat Lampung. Penelitian ini bersifat deskriptif-analitik. Pengamatan dilakukan pada 1.153 sampel dengan kadar trigliserida <400 mg/dl yang diperoleh dari data rekam medis laboratorium RSUDAM pada kurun waktu Januari-Maret 2012. Sampel dikelompokan ke dalam 4 kelompok, berdasarkan cut off point NCEP ATP III. Total kolesterol, trigliserida, HDL kolesterol dan LDL metode direct diukur mengunakan spektrofotometer dengan prinsip enzymatic colorimetric. Hasil pengukuran kadar LDL metode direct kemudian dibandingkan dengan hasil pengukuran menggunaan formula Friedewald dan Anandaraja. Kadar LDL metode direct lebih rendah secara signifikan bila dibandingkan dengan kadar LDL metode Friedewald dan Anandaraja pada berbagai konsentrasi kolesterol dan trigliserida. Korelasi terbaik antara kadar LDL metode direct dan Friedewald dan Anandaraja terjadi pada kadar kolesterol >240 mg/dL dan kadar trigliserida >200 mg/dL. Pengukuran kadar LDL menggunakan metode direct dan perhitungan menggunakan formula Friedewald dan Anandaraja berbeda secara signifikan pada berbagai kadar kolesterol dan trigliserida.

 

Katakunci: Formula Anadaraja, formula Friedewald, LDL, metode direct


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.