Tatalaksana Syok Hipovolemik Et Causa Suspek Intra Abdominal Hemorrhagic Post Sectio Caesaria

Muhamad Iqbal Tafwid

Abstract


Syok adalah suatu sindrom klinis yakni terdapat kegagalan dalam pengaturan peredaran darah sehingga terjadi kegagalan untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh. Dengan demikian, syok dapat terjadi oleh berbagai macam sebab dan dengan melalui berbagai proses. Seorang perempuan, 38 tahun, dengan keluhan utama penurunan kesadaran setelah menjalani operasi Sectio Cesaria (SC) atas indikasi pre eklampsia berat. Sebelumnya pasien telah menjalani persalinan dengan operasi SC ± 4 jam sebelum dirujuk ke rumah sakit Ahmad Yani Metro. Berdasarkan pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum tampak sakit berat, kesadaran apatis, skor GCS (Glasgow Coma Scale) 10, tekanan darah 80/50 mmHg, nadi 120x/menit teraba reguler, isi kurang ,dan tegangan lemah, pernapasan 32 x/menit, suhu 35,7oC, CRT (Capilary Refill Time)
memanjang. Pada pemeriksaan abdomen didapatkan shifting dullnes. Pada ekstrimitas superior dan inferior akral teraba dingin. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan hasil Hb 7,6 g/dl. Pada pemeriksaan urine lengkap didapatkan hasil darah samar (++), keton (+++). Pada pemeriksaan radiologis foto cardiomegali dan edema pulmo, sedangkan hasil USG abdomen ditemukan gambaran asites di cavum pelvis. Terapi yang diberikan pada pasien yaitu pemberian cairan infus
ringer laktat 500 cc, dan fimahes 500 cc serta pemantauan urine output, pemberian O2 sungkup 3-5L/menit, injeksi dobutamin 10, injeksi lasix 20mg/24 jam, injeksi oksitosin 10 IU/8 jam, dan transfusi PRC (Packet Red Cell) 2 kolf. Syok hipovolemik yang terjadi pada pasien ini disebabkan oleh adanya suatu perdarahan, oleh karena itu dibutuhkan diagnosis yang cepat dan tepat serta tatalaksana yang sesuai untuk memperbaiki kondisi dan mencegah komplikasi lebih lanjut.
[J Agromed Unila 2015; 2(3):203-210]
Kata kunci: perdarahan post partum, syok hipovolemik, wanita

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.