Pengaruh Perlakuan Treadmill terhadap Jumlah dan Motilitas Sperma Mencit (Mus musculus L.) Obesitas

Tiwuk Susantiningsih, Lana Asfaradilla

Abstract


Saat ini masih banyak masalah gizi yang dapat memengaruhi kualitas kesehatan salah satunya yaitu masalah kegemukan. Pencegahan epidemi kegemukan merupakan salah satu tantangan besar gizi dan kesehatan masyarakat baik di negara maju maupun negara berkembang. Terjadinya obesitas lebih ditentukan oleh terlalu banyaknya makan, terlalu sedikitnya
aktivitas atau latihan fisik, maupun keduanya. Latihan Treadmill selain meningkatkan kekuatan otot dan memperbaiki metabolisme tubuh, juga dapat meningkatkan penyerapan oksigen pada darah serta melatih otot jantung dan paru-paru). Penelitian tentang pelatihan fisik yang berlebihan (stres fisik) dengan penurunan kualitas spermatozoa menunjukkan bahwa
terjadi peningkatan Reactive Oxygen Species (ROS) dalam seminal plasma dan penurunan perlindungan oleh antioksidan. Pelatihan fisik memulai respon fisiologis dan biokimia yang kompleks. Setiap gerakan otot yang cepat dimulai dengan metabolisme anaerobik. Tenaganya berasal dari pemecahan Adenosin Triphosphate (ATP) dengan hasil Adenosin Diphosphate (ADP) dan berlangsung di mitokondria. Jumlah sperma atau konsentrasi sperma dari spesies uji dapat ditentukan dari sampel ejakulat, epididimis, atau testis. Penentuan jumlah sperma epididimis biasanya hanya menggunakan sperma dari bagian kauda. [J Agromed Unila 2015; 2(3):343-346]
Kata kunci: jumlah sperma, motilitas sperma, obesitas, treadmill

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.