Pengaruh Pemberian Tempe terhadap Mencit Obesitas

Kurnia Fitri Aprilliana

Abstract


Obesitas didefinisikan sebagai akumulasi lemak abnormal atau berlebihan yang dapat mengganggu kesehatan. Obesitas merupakan faktor risiko terjadinya diabetes melitus tipe 2. Pada penelitian in vivo telah menunjukkan bahwa sekresi insulin meningkat pada obesitas. Pemberian diet tempe terbukti dapat menurunkan kadar gula darah pada tikus model diabetes melitus. Secara histopatologi pemberian diet tempe dapat memperbaiki gambaran distribusi sel endokrin pankreas pulau
Langerhans pada tikus model diabetes melitus. Karena pada tempe kedelai mengandung dua asam amino yang bersifat menjaga hormone insulin yaitu asam amino arginin dan asam amino glisin. Selain itu hasil pengamatan mikroskopis pada organ pankreas dari monyet yang diberi pakan tinggi energi yaitu ditemukan adanya degenerasi hidropsis dan degenerasi lemak. Tetapi konsumsi tempe yang mengandung kedelai efektif untuk memperbaiki profil lipid pada hiperkolesterolemia.
Berbagai uji klinik pada manusia menyebutkan bahwa konsumsi 25 gram hingga 50 gram protein kedelai per hari efektif menurunkan Kolesterol LDL sekitar 4% hingga 8% dan dapat memperbaiki profil lipid khususnya pada individu yang mengalami hiperkolesterolemia. Tingginya rasio arginin/glisin dihubungkan dengan tingginya konsentrasi serum glukagon
atau penurunan sekresi insulin sehingga menghambat lipogenesis. [J Agromed Unila 2015; 2(3):333-338]
Kata kunci: histopatologi pankreas, obesitas, tempe

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.