Pengaruh Kandungan Seledri (Apium graveolens L.) terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi

Ajeng Defriyanti Pusparini

Abstract


Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko penyakit kardiovaskular yang dapat menimbulkan komplikasi. Di Indonesia penderita hipertensi diperkirakan mencapai 15 juta orang, tetapi hanya 4% yang merupakan hipertensi terkontrol, sehingga hipertensi masih menduduki peringkat ketiga penyebab kematian di dunia. Pengobatan hipertensi umumnya berlangsung seumur hidup. Masalah biaya pengobatan yang tinggi menjadi salah satu penghambat dalam kepatuhan pengobatan
hipertensi. Pengobatan dengan tanaman obat dapat menjadi alternatif bagi penderita hipertensi karena biaya yang lebih murah dan mudah didapat. Tanaman obat yang dapat digunakan untuk mengatasi hipertensi adalah seledri (Apium graveolens L.). Seledri (Apium graveolens L.) dapat tumbuh pada suhu 15-21°C, sehingga tidak sulit ditemukan di Indonesia.
Seledri mengandung senyawa aktif yaitu flavonoid, saponin dan polifenol. Flavonoid yang telah diisolasi menghasilkan senyawa aktif apigenin dan apiin yang mekanisme kerjanya memblokade masuknya kalsium ke dalam sel akibatnya kontraksi otot yang melingkari pembuluh darah terhambat. Hal ini menyebabkan pembuluh darah akan melebar, sehingga
darah akan mengalir dengan lancar dan tekanan darah menurun. Kandungan lain seperti kalium, magnesium dan zat klorofil 3-n-butylphthalide yang terkandung pada seledri juga berperan dalam merelaksasi dan melemaskan otot-otot halus pembuluh darah sehingga efektif dalam menurunkan tekanan darah. Seledri dapat digunakan sebagai alternatif dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. [J Agromed Unila 2015; 2(3):290-295]
Kata kunci: hipertensi, seledri

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.