Efektivitas Buah Tomat sebagai Penghambat Kerusakan Hepar Akibat Boraks

Andika Yusuf Ramadhan, Khairunissa Berawi

Abstract


Pengguna bahan additive pada makanan masih sering dilakukan oleh penjual makanan baik berupa jajanan sekolah, jajanan pasar atau pedagang makanan di pasar. Tujuan penggunaannya pun berbeda-beda baik sebagai penguat rasa, pewarna makanan, serta mengawetkan makanan. Pedagang Jajanan Sekolah (PJAS) merupakan produsen yang paling banyak menggunakan bahan additive. Bahan additive yang paling banyak digunakan sendiri adalah formalin, borax, rhodamin B, methanyl yellow, dan benzoat. Pada kelompok makanan utama didapat 9,74% dari total keseluruhan sampel mengandung boraks. Boraks merupakan bahan additive yang penggunaannya terbatas pada pembersih ruangan, antimikroba ruangan dan lain lain. Uji toksikologi sendiri telah dilakukan untuk melihat efek samping dari terkonsumsinya boraks seperti nekrosis
liver, acute kidney injury, gangguan neurologis, genotoxicity, nephrotoxicity dan gangguan fungsi testis. Tomat merupakan suatu jenis sayuran yang sering dikonsumsi oleh masyarakat. Hal tersebut terlihat dari terjadinya peningkatan konsumsi dan produksi tomat dari tahun 2012 hingga 2013. Tomat sendiri memiliki kandungan yang penting bagi tubuh manusia.
Kandungan tersebut terdiri atas lycopen, flavonoid, lutein dan isoflavon. Senyawa-senyawa tersebut sudah terbukti memiliki efek antioksidan yang dapat bereaksi dengan hasil metabolisme senyawa boraks yaitu boron. Boron yang terakumulasi di dalam hati akan menyebabkan reaksi oksidatif dan meningkatkan jumlah radikal bebas di dalam tubuh
khususnya di hati. Senyawa likopen, flavonoid, lutein dan isoflavon berperan dengan mereduksi jumlah reactive oxygen species (ROS) yang ditimbulkan oleh metabolisme senyawa boron. [J Agromed Unila 2015; 2(3):284-289]
Kata kunci: boraks, tomat, kerusakan hepar, xenobiotics, stress oksidatif

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.