Wanita 46 Tahun dengan Skizofrenia Paranoid

Tri Agung Sanjaya

Abstract


Skizofrenia berasal dari bahasa Yunani, schizein yang berarti terpisah atau pecah, dan phren yang artinya jiwa. Pada skizofrenia, terjadi pecahnya atau ketidakserasian antara afeksi, kognitif, dan perilaku. Wanita 46 tahun datang dengan keluhan mengamuk tanpa alasan yang jelas. Sekitar 1 bulan sebelum masuk rumah sakit jiwa, pasien sering terlihat bicara sendiri dan tertawa sendiri. Selain itu, pasien susah untuk diajak berkomunikasi dan pembicaraannya sulit dimengerti. Pada
pemeriksaan status psikiatrikus didapatkan sikap kurang kooperatif, mood irritable, halusinasi auditorik, halusinasi visual, flight of ideas, waham kebesaran, waham curiga, penilaian realita terganggu, dan tilikan derajat satu. Diagnosis multiaksial, yaitu aksis I: skizofrenia paranoid, aksis II dan III: belum dapat ditegakkan diagnosisnya, aksis IV: masalah ekonomi, ketidakpahaman pasien dengan kondisi penyakit, aksis V: GAF: 40-31. Terapi psikofarmaka adalah antipsikotik atipikal yaitu
Risperidone dengan dosis 2x2 mg dan olanzapine 2x5 mg selama 5 hari, kemudian dilakukan observasi kembali serta psikoterapi suportif. Untuk penanganan pasien skizofrenia dibutuhkan tidak hanya berupa terapi obat obatan melainkan juga disertai pemberian terapi psikologis untuk mempercepat pemulihan kondisi pasien. [J Agromed Unila 2014; 2(4):370-376]
Kata kunci: halusinasi, skizofrenia paranoid, waham

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.