Tatalaksana Non-Farmakologi pada Dermatitis Atopik

Septina Ashariani

Abstract


Dermatitis atopik (DA) adalah keadaan peradangan kulit kronis dan residitif, disertai gatal, yang umumnya terjadi pada masa bayi dan anak-anak, sering berhubungan dengan peningkatan kadar IgE dalam serum dan riwayat atopi pada kelurga atau penderita (DA, rinitis alergik, dan atau asma bronkial). Kelainan kulit berupa papul gatal, yang kemudian mengalami ekskoriasi dan likenifikasi, berdistribusi di lipatan (fleksural). Terapi farmakologi yang dilakukan pada DA ada baiknya digabungkan dengan terapi non-farmakologi. Beberapa Terapi non-farmakologi mungkin masih ada yang menjadi kontroversi karena penelitiannya masih menunjukkan 2 sisi yaitu menguntungkan ataupun tidak berpengaruh terhadap DA. Terapi non-farmakologi mencakup pengawasan diet, konsumsi vitamin, konsumsi probiotik, pemilihan bahan baju,
penyesuaian iklim dan temperatur, pengawasan mandi, fototerapi, pemakaian pelembab, balut basah, penanggulangan stress dan edukasi pasien. Terapi non-farmakologi sama pentingnya dengan terapi farmakologi untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dermatitis atopik. [J Agromed Unila 2015; 2(4):516-522]
Kata kunci: dermatitis atopik, nutrisi, terapi non-farmakologi

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.