Diagnosis dan Tatalaksana Bronkopneumonia pada Bayi Laki-laki Usia 8 Bulan

Raden Adityo, Muhammad Aditya

Abstract


Bronkopneumonia adalah radang paru-paru yang mengenai satu atau beberapa lobus paru-paru yang ditandai dengan adanya bercak-bercak infiltrat yang dapat disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, maupun benda asing. Pasien bayi laki-laki, berusia 8 bulan, datang dengan sesak napas yang tidak disertai suara mengi, sesak didahului oleh batuk, pilek, serta demam, sesak tidak dipengaruhi cuaca atau udara dingin. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum tampak sesak napas,
kesadaran compos mentis, nadi 130 x/menit, pernapasan 51 x/menit, suhu 38,3˚C, status gizi pasien terkesan baik menurut Growth Chart World Health Organization (WHO) Z score yaitu BB/U -1–1 SD (median); PB/U -1–1 SD (median), tidak tampak napas cuping hidung, bibir tidak sianosis, pada thoraks tampak retraksi subcostal (+/+), suara napas terdengar vesikuler (+/+) dan ronkhi basah halus (+/+), jantung dalam batas normal. Pada ekstremitas superior dan inferior teraba akral hangat (+/+).
Pasien didiagnosis sebagai bronkopneumonia, dengan penatalaksanaan yaitu infus RL 7 gtt/menit dan oksigenasi nasal kanul 0,5-1 L/menit, ampicillin 300 mg/8 jam, gentamicin 20 mg/12 jam, serta ambroxol 3x½ cth. Prognosis pasien ini secara umum dubia. Simpulan, pengobatan yang tepat dan gizi yang baik memberikan respon baik pada bronkopneumonia yang ditandai dengan perbaikan klinis yang cepat dan masa rawat yang singkat. [J Agromed Unila 2015; 2(2):67-71]
Kata kunci: anak, bronkopneumonia, diagnosis, status gizi, tatalaksana

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.