Penggunaan Alat Pelindung Diri dan Kejadian Dermatitis Kontak Iritan pada Pekerja

Rahma Amtiria

Abstract


Penyakit akibat kerja adalah gangguan kesehatan baik jasmani maupun rohani yang ditimbulkan karena aktivitas kerja atau kondisi yang berhubungan dengan pekerjaan. Faktor-faktor lingkungan kerja yang dapat mempengaruhi derajat kesehatan tenaga kerja diantaranya adalah faktor mekanik, faktor fisik, faktor biologik serta faktor kimiawi. Faktor lingkungan dapat menyebabkan dermatitis kontak apabila tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) secara baik dan benar. Dermatitis
kontak merupakan bentuk peradangan pada kulit dengan spongiosis atau edema interselular pada epidermis karena interaksi dari bahan iritan maupun alergen eksternal dengan kulit. Dermatitis kontak diklasifikasikan menjadi 2 bagian besar, yaitu dermatitis kontak iritan (DKI) yang merupakan respon nonimunologik dan dermatitis kontak alergi (DKA). Pada tempat kerja, DKI biasanya terjadi akibat dari suatu kecelakaan kerja atau karena tidak menggunakan APD. Kebiasaan memakai APD
diperlukan untuk melindungi pekerja dari kontak dengan bahan kimia. Penggunaan sarung tangan dengan tepat dapat menurunkan terjadinya dermatitis kontak akibat kerja baik jumlah maupun lama perjalanan dermatitis kontak. Hasil penelitian menunjukan bahwa pekerja yang tidak lengkap menggunakan APD mengalami dermatitis sebanyak 46%,
sedangkan pekerja yang lengkap menggunakan APD hanya 8% mengalami dermatitis kontak. Pemakaian APD yang tidak tepat dapat mencelakakan tenaga kerja karena mereka tidak terlindung dari bahaya potensial yang ada di tempat mereka terpapar. Oleh karena itu memilih APD yang tepat merupakan hal yang perlu diperhatikan untuk mencegah DKI. [J Agromed Unila 2015; 2(2):190-195]
Kata kunci: alat pelindung diri, dermatitis kontak, penyakit akibat kerja

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.