Pengaruh Pemberian Tempe terhadap Gambaran Histopatologi Hati Mencit (Mus musculus L.) Obesitas

Huzaimah Huzaimah

Abstract


Hampir di semua negara di dunia, khususnya negara-negara maju, sebagian masyarakatnya mengalami obesitas. Masalah obesitas ini mempunyai korelasi yang kuat dengan morbiditas dan mortalitas sehingga perlu dilakukan penanganan yang tepat agar dapat menurunkan insidensi obesitas tersebut. Selain itu, obesitas juga memengaruhi kondisi tubuh seseorang, terutama organ-organ penting yang ada dalam tubuh. Salah satu organ penting itu adalah hati yang dapat mengalami fatty
liver (hasil dari akumulasi asam lemak dalam berbagai bentuk, terutama trigliserida). Seseorang dikatakan mengalami perlemakan hati jika kandungan lemak di hati orang tersebut (sebagian besar trgliserida) lebih dari 5% dari keseluruhan berat hati. Akan tetapi, pengukuran berat hati termasuk hal yang sulit dan tidak praktis sehingga diagnosis ditegakkan
berdasarkan analisis spesimen biopsi jaringan hati, yaitu  dengan ditemukannya minimal 5 – 10 % sel lemak darikeseluruhan hepatosit. Tempe merupakan makanan yang terbuat dari bijikedelai atau beberapa bahan lain yang diproses melalui fermentasi yang secara umum dikenal sebagairagi tempe.Berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan, tempe mempunyai kemampuan untuk menurunkan kolesterol. Senyawa-senyawa yang mungkin berpengaruh terhadap penurunan kolesterol antara lain protein, asam lemak tidak jenuh tunggal dan majemuk, serat dan antioksidan seperti isofalvon.Terdapat pengaruh pemberian tempe terhadap gambaran histopatologi hati mencit (Mus Musculus L.) obesitas. [J Agromed Unila 2015;2(2):175-179]
Kata kunci: gambaran histopatologi, hati, obesitas, tempe

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.