Potensi Ekstrak Bintang Laut (Culcita Sp.) sebagai Antibakteri terhadap Bakteri Patogen Staphylococcus aureus

Redopatra Asa Gama

Abstract


Staphylococcus aureus adalah mikroorganisme patogen utama pada manusia. Hampir semua orang pernah mengalami infeksi Staphylococcus aureus selama hidupnya, dengan derajat keparahan yang beragam, dari keracunan makanan atau infeksi kulit ringan hingga infeksi berat yang mengancam jiwa. Staphylococcus aureus patogen juga dapat menyebabkan hemolisis darah, mengkoagulasi plasma, serta menghasilkan berbagai enzim dan toksin ekstraselular. Staphylococcus
aureus juga cepat menjadi resisten terhadap banyak obat antimikroba. Masalah resistensi bakteri terhadap antibiotika telah menjadi masalah terhadap pengobatan penyakit infeksi. Penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang gagal berespon terhadap pengobatan mengakibatkan perpanjangan penyakit, meningkatnya resiko kematian dan semakin lamanya masa rawat inap dirumah sakit. Luasnya wilayah perairan yang kaya akan biota laut memungkinkan untuk mengembangkannya
menjadi obat herbal alami yang memiliki efek samping lebih rendah. Salah satu biota laut yang sering dijumpai adalah bintang laut (culcita sp). Pada beberapa penelitian ekstrak bintang laut (culcita sp) memiliki komponen bioaktif yang terdiri dari alkaloid, steroid, flavonoid, saponin, fenol hidrokuinon yang memiliki aktivitas antioksidan, antibakteri, antifungi. Penelitian tersebut telah menunjukkan bahwa adanya potensi bintang laut sebagai antibakteri terhadap bakteri patogen Staphylococcus aureus, tetapi masih dibutuhkan penelitian lanjutan untuk memaksimalkan manfaat yang ada pada bintang laut tersebut. [J Agromed Unila 2015; 2(2):72-76]
Kata kunci: antibakteri, bintang laut, staphylococcus aureus

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.