Hubungan Kadar Feritin Serum dengan Aktivitas Enzim AST, ALT, dan Status Gizi pada Anak Talasemia β Mayor

Anwar Nuari, Agustyas Tjiptaningrum, Putu Ristyaningrum, Wiranto Basuki

Abstract


Talasemia merupakan kelainan darah herediter yang ditandai dengan defisiensi jumlah produksi rantai globin yang spesifik dalam hemoglobin. Talasemia terdiri dari talasemia α dan β, talasemia α terjadi karena kurangnya (defisiensi parsial) atau tidak diproduksi sama sekali (defisiensi total) rantai globin α. Sedangkan talasemia β terjadi akibat berkurangnya rantai globin β atau tidak diproduksi sama sekali rantai globin β. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan kadar feritin serum dengan aktivitas enzim AST, ALT, dan status gizi pada anak talasemia β mayor di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek (RSUDAM). Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di RSUDAM pada bulan Agustus-September 2015. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah penderita talasemia β mayor di yayasan RSUDAM. Sampel
penelitian berjumlah 61 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling. Adapun analisis statistik yang digunakan pada penelitian ini adalah uji fisher exact. Hasil penelitian ini didapatkan hubungan yang signifikan antara kadar feritin serum dengan AST (p=0,02), antara feritin dengan kadar ALT
(p=0,01), dan kadar feritin dengan status gizi (p=0,01). Simpulan, didapatkan hubungan yang signifikan antara peningkatan kadar feritin serum terhadap gangguan fungsi hati dan gangguan pertumbuhan atau gangguan status gizi pada pasien thalasemia β mayor di RSUDAM. [J Agromed Unila, 2016; 3(1):26-29]
Kata kunci: ALT, AST, kadar feritin, talasemia

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.