Hubungan Derajat Infeksi Soil Transmitted Helmints (STH) terhadap Peningkatan Jumlah Eosinofil pada Siswa SD Negeri di Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan

Hanna Mutiara, Evi Kurniawaty, Bahesty Cut Nyak Din

Abstract


Prevalensi infeksi Soil Transmitted Helminths (STH) di Indonesia masih menunjukkan angka yang tinggi pada siswa sekolah dasar (SD). Prevalensi usia tertinggi infeksi STH merupakan usia 6-12 tahun dimana kondisi ini dapat mempengaruhi intake, digestive, absorpsion, dan metabolisme makanan seseorang yang terinfeksi. Infeksi STH juga dapat menyebabkan peningkatan jumlah eosinofil sebagai suatu respon tubuh dalam melawan infeksi STH. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan derajat infeksi STH dengan peningkatan jumlah eosinofil pada siswa SD Negeri di kecamatan Jati Agung kabupaten Lampung Selatan. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 67 siswa SD Negeri di Kecamatan Jati Agung yang memenuhi kriteria inklusi. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara total sampling dan data dianalisis menggunakan uji Kruskal Walis. Infeksi STH sebanyak 56,71% dengan 26,9% infeksi ringan dan 29,8% infeksi sedang. Peningkatan jumlah eosinofil dalam darah pada siswa yang tidak terinfeksi didapatkan nilai rata-rata 16,12; pada siswa yang terinfeksi ringan 40,53; pada siswa yang terinfeksi sedang 54,05. Terdapat hubungan infeksi STH terhadap peningkatan jumlah eosinofil pada siswa SD Negeri di Kecamatan Jati Agung secara statistik (nilai p=0.00). Kata kunci: derajat infeksi, infeksi STH, jumlah eosinofil, siswa

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

View My Stats

Statistics Counter since 23 November 2019

 Flag Counter

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.