Perbandingan Ferum dan Feritin Pre dan Post Hemodialisis pada Pasien Penyakit Ginjal Kronis di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung

Intanri Kurniati

Abstract


Gagal ginjal kronis adalah suatu keadaan klinis yang ditandai dengan penurunan fungsi ginjal yang irreversibel serta memerlukan terapi ginjal yang tetap berupa dialisis dan transplantasi ginjal. Pada pasien hemodialisis dapat terjadi penurunan kadar ferum dalam darah. Untuk mengatasinya diberikan terapi ferum untuk mencegah anemia akibat kurangnya zat tersebut. Kadar ferum dan feritin diperiksa untuk monitoring terapi pemberian suplemen ferum pada pasien hemodialisis. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan kadar ferum dan feritin dalam darah pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional berdasarkan pengumpulan data pasien yang menjalani hemodialisis di RSUP Hasan Sadikin Bandung pada bulan Januari-Maret tahun 2014. Dikumpulkan data sebanyak 37 orang pasien. Dilakukan uji distribusi normalitas data dengan Saphiro-Wilk didapat hasil distribusi data tidak normal (p<0.05). Data dianalisis dengan uji non-parametrik Wilcoxon. Pada penelitian ini didapat median kadar ferum sebelum hemodialisis 56.0 ng/ml dan sesudah hemodialisis 63.0 ng/ml. Median kadar feritin serum sebelum hemodialisis 581.0 ng/ml dan sesudah hemodialisis 780.05 ng/ml. Terdapat perbedaan yang bermakna 0,00 (p<0,05) kadar ferum dan feritin dalam darah sesudah dan sebelum hemodialisis. Terdapat perbedaan kadar ferum dan feritin sebelum dan sesudah hemodialisis pada pasien gagal ginjal kronis di RS Dr. Hasan Sadikin Bandung. Kata kunci: ferum, feritin, gagal ginjal kronis, hemodialisis.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

View My Stats

Statistics Counter since 23 November 2019

 Flag Counter

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.