Hubungan Derajat Miopia Dengan Kejadian Degenerasi Lattice

Nuraniar Bariq Kinayoh, Nur Khoma Fatmawati, Sulistiawati Sulistiawati

Abstract


Degenerasi lattice merupakan degenerasi retina perifer yang terjadi akibat peregangan pada retina dan koroid sehingga terjadi penurunan sirkulasi darah serta penipisan pada retina, terutama retina perifer. Degenerasi lattice lebih sering terjadi pada mata miopia daripada mata non-miopia. Mata miopia yang disertai dengan lesi degenerasi lattice merupakan faktor
risiko penting dalam terjadinya ablasio retina yang jika tidak ditangani dapat menyebabkan kebutaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui presentase derajat miopia yang mengalami degenerasi lattice dan mengetahui hubungan antara derajat miopia dengan kejadian degenerasi lattice. Metode penelitian ini menggunakan penelitian observasional
analitik dengan desain cross-sectional. Penelitian dilakukan di klinik mata SMEC Samarinda dari bulan April - Juni 2016 dengan responden penelitian sebanyak 66 mata miopia dari 35 pasien berusia 20-40 tahun. Miopia terbagi menjadi derajat ringan (< 3 D), derajat sedang (3-6 D), dan derajat berat (> 6 D). Seluruh responden penelitian dilakukan pemeriksaan koreksi refraksi dan pemeriksaan oftalmoskopi indirek oleh dokter spesialis mata. Penelitian ini didapatkan kejadian degenerasi lattice pada mata miopia sebesar 36,4% (24 mata dari 66 mata). Degenerasi lattice pada mata miopia derajat ringan ditemukan sebesar 15,6% (5 mata dari 32 mata). Pada mata miopia derajat sedang sebesar 47,6% (10 mata dari 21 mata ), dan sebesar 69,2% (9 mata dari 13 mata) degenerasi lattice pada miopia derajat berat. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan antara derajat miopia dan kejadian degenerasi lattice dengan nilai p=0,001 (p<0,05). Dapat disimpulkan
bahwa terdapat hubungan antara derajat miopia dengan degenerasi lattice.
Kata Kunci : Degenerasi Lattice, Miopia.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.